Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah memastikan bahwa keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci akan dimulai pada 22 April 2026 meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas. Informasi ini disampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji.
Jemaah dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026. Pemberangkatan kloter pertama secara nasional akan berlangsung pada tanggal 22 April 2026. Total kuota haji Indonesia tahun 1447 Hijriyah atau 2026 mencapai 221.000 jemaah. Dari jumlah ini, sekitar 204.362 jemaah dan petugas akan terbagi dalam 525 kloter yang berasal dari 14 embarkasi di seluruh Indonesia.
Puncak pelaksanaan ibadah haji berupa wukuf di Arafah diperkirakan akan berlangsung pada akhir Mei 2026, yakni sekitar tanggal 25 sampai 30 Mei 2026.
Menyikapi kondisi di kawasan Timur Tengah, pemerintah telah menyiapkan tiga skema mitigasi untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan jemaah haji. Skema ini mencakup pengamanan rute penerbangan dan pemantauan jalur udara agar tetap aman bagi jemaah haji Indonesia.
Selain sisi keamanan, upaya mitigasi dari aspek kesehatan juga dijalankan. Jemaah dihimbau menjaga kondisi fisik serta memastikan kecukupan hidrasi selama pelaksanaan ibadah haji karena cuaca yang menantang di Arab Saudi. Calon jemaah juga diwajibkan untuk melengkapi rangkaian vaksinasi sesuai dengan ketentuan otoritas kesehatan sebelum keberangkatan.
Terkait biaya pelaksanaan haji, estimasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mencapai sekitar Rp 87.409.366 per jemaah. Sedangkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayar jemaah reguler rata-rata adalah sebesar Rp 54.193.807.
Pemerintah menjamin akan terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.

