• Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Info Seputar Muslim
  • Beranda
  • Damai Negeri
  • Dunia Islam
  • Para Tokoh
  • Kontribusi
Info Seputar Muslim
  • Beranda
  • Damai Negeri
  • Dunia Islam
  • Para Tokoh
  • Kontribusi
No Result
View All Result
Info Seputar Muslim
No Result
View All Result
Home Dunia Muslim
Berdiri Tahun 1880, Masjid Raya NurAddin Saksi Bisu Kerajaan Negeri Padang di Tebingtinggi

Berdiri Tahun 1880, Masjid Raya NurAddin Saksi Bisu Kerajaan Negeri Padang di Tebingtinggi

doddodydod by doddodydod
13 Januari 2021
in Dunia Muslim
0
332
SHARES
2k
VIEWS

KOTA TEBINGTINGGI- Kota Tebingtinggi terletak di antara dua kota besar di Sumatera Utara yakni Kota Medan dan Kota Pematangsiantar.

Jadi bisa disebut Kota Tebingtinggi adalah kota perlintasan arah Medan ke Pematangsiantar atau pun sebaliknya.

Kota Tebingtinggi berjarak sekitar 80 kilometer (km) dari Kota Medan ini, mempunyai begitu banyak bangunan bersejarah. Mulai dari masjid-masjid tua peninggalan Kerajaan Melayu masa lalu, hingga bangunan lainnya yang kini digunakan untuk kegiatan pemerintahan.

Baca Juga: Kata Anak Yatim Disebutkan Al-Qur’an 23 Kali, Segera Muliakan Mereka

Misalnya saja Masjid Raya Nur Addin di Jalan Suprapto, Kecamatan Tebingtinggi Kota. Hingga kini masjid yang didirikan pada masa Kerajaan Negeri Padang masih megah berdiri.

Bahkan, terbesar seantero Bandar Khalifah, Sipispis, hingga Dolok Merawan. Ketiga kawasan ini adalah teritorial Kerajaan Negeri Padang.

Masjid yang dibangun pada 1880 silam atau kini berusia 141 tahun, merupakan hasil dari dana konsesi pembukaan perkebunan oleh pengusaha Belanda kepada Kerajaan Negeri Padang.

Baca Juga: Rizal Armada Harapkan Anak Keduanya Menjadi Penghafal Alquran

“Masjid Raya ini dibangun semasa Kerajaan Negeri Padang di masa kepemimpinan Tengku Haji Muhammad Nurdin,” ucap Abdul Khalik, pengamat sejarah di Kota Tebingtinggi.

“Kenaziran masjid ini sejak lama diwariskan secara turun-temurun kepada zuriat (keluarga) Tengku Haji Muhammad Nurdin. Masjid Raya Nur Addin menjadi saksi bisu tentang keberadaan dan kejayaan Kerajaan Negeri Padang yang sejak berdiri hingga runtuhnya berpusat di Kota Tebingtinggi,” tuturnya.

Masjid Raya ini selain menjadi tempat beribadah, setiap tahun juga menjadi pusat penyambutan jamaah haji yang baru datang dai Tanah Suci. “Setiap tahun pasti dilaksanakan di sini,” ucapnya.

Selain Masjid Raya Nur Addin, terdapat pula sejumlah bukti peninggalan kejayaan Kerajaan Negeri Padang. Misalnya Balai Kerapatan (kantor pemerintahan) yang hingga kini masih berdiri tegak di Jalan KF Tandean, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Tebingtinggi Kota.

“Istana Kerajaan Negeri Padang itu meski tidak utuh seperti semula serta kondisinya menyedihkan namun masih dihuni zuriat(keluarga) kerajaan. Bahkan, menariknya Balai Kerapatan kini difungsikan menjadi markas Koramil 013,” sebutnya.

Keberadaan sejumlah aset kejayaan masa lalu itu seolah jauh dari apresiasi berbagai pihak. Namun, belakangan ini mulai ada upaya menegaskan kembali keberadaan Kerajaan Negeri Padang dimunculkan. Kerajaan Negeri Padang merupakan bagian penting dalam upaya mempertahankan identitas sosial budaya suatu wilayah.

“Kesadaran pemerintah dalam melestarikan asetaset peninggalan masa lalu menjadi salah satu poin penting. Aset kerajaan yang berusia ratusan tahun wajib untuk dilestarikan. Identitas itu harus menjadi identitas Kota Tebingtinggi,” katanya. Selain masjid, Balai Kerapatan, terdapat pula bangunan historis lainnya yang dapat ditemui jika berkeliling ke Tebingtinggi.

Misalnya gedung kantor pos di Jalan Sutomo. Gedung itu adalah bekas balai kota yang kini jadi Museum Kota Tebingtinggi. Selain itu juga pernah menjadi Kantor Dinas Pendidikan di Jalan Balai Kota. Bangunan bersejarah lainnya yakni rumah dinas kapolres Tebingtinggi di Jalan Pahlawan, serta stasiun kereta api dan sejumlah bangunan perumahan Deli Spoor Maschapij (DSM) di Jalan Imam Bonjol.

Di sana berjejer rumah pecinan di Jalan Patriot dan Bedagai. Ada juga jejeran ruko di Jalan Thamrin simpang Jalan Iskandar Muda. Bisa jadi, itulah bangunan yang tersisa dari masa lalu sejarah Kota Tebingtinggi. (Zailani Tanjung)

Tags: Muslim
Previous Post

Mudharabah-Musyarakah Aturan Bisnis yang Diajarkan Islam

Next Post

PBNU Tak Masalahkan Calon Kapolri Listyo Sigit Non Muslim

doddodydod

doddodydod

Next Post
PBNU Tak Masalahkan Calon Kapolri Listyo Sigit Non Muslim

PBNU Tak Masalahkan Calon Kapolri Listyo Sigit Non Muslim

Rahasia dan Keutamaan Surat Al-‘Ashr Meski hanya 3 Ayat

Rahasia dan Keutamaan Surat Al-'Ashr Meski hanya 3 Ayat

Tren Busana Muslim 2021, Simpel dan Kasual Bernuansa Pastel

Tren Busana Muslim 2021, Simpel dan Kasual Bernuansa Pastel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Jokowi Umumkan PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus

    Jokowi Umumkan PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Wapres: Standar Sertifikasi Halal di Indonesia Jadi Rujukan Global

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • HUT RI, petugas vaksin Polsek Pasar Rebo berkostum pejuang kemerdekaan

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Dari Pembubaran Hingga Tuduhan Teroris Bagi FPI

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Bareskrim Ungkap Kronologi Investasi Alkes Bodong

    333 shares
    Share 133 Tweet 83

Ikuti Kemenag RI

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
© Copyright BiroMuslim Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Damai Negeri
  • Dunia Islam
  • Para Tokoh
  • Kontribusi