Cikampek – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum, melakukan pemantauan situasi arus mudik dalam Operasi Ketupat 2026 di Pos Terpadu Rest Area KM 57, Cikampek pada Minggu, 15 Maret 2026.
Dalam pemantauannya, Kakorlantas menyatakan bahwa arus lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Barat masih terkendali dan belum memerlukan rekayasa lalu lintas.
“Berdasarkan pantauan sistem Traffic Counting digital, lalu lintas yang keluar dari Jakarta saat ini baru mencapai 23,1 persen. Artinya, masih ada sekitar 76,9 persen atau sekitar 3,2 juta pemudik yang akan bergerak,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi dengan seluruh stakeholder, khususnya Jasa Marga, terus dilakukan melalui sistem pemantauan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Pengaturan di lapangan dirancang secara fleksibel dan dinamis, dengan berbagai skenario penyesuaian jadwal one-way yang telah disiapkan berdasarkan evaluasi data dan teknologi.
Irjen Agus menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pemudik menjadi prioritas utama dalam Operasi Ketupat 2026.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Polda Jawa Barat atas inovasi yang diluncurkan sebagai dukungan terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas serta harkamtibmas selama periode operasi.
“Bagi kami, satu nyawa sangat berharga. Kami tidak hanya mengelola angka, tapi kami menjaga narasi rindu jutaan keluarga agar berakhir dengan senyum,” tuturnya.
Pemantauan dan pengaturan lalu lintas dalam Operasi Ketupat 2026 ini menggambarkan komitmen Korps Lalu Lintas Polri untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

